Monday, 8 June 2015

Ziarah atau Nyadran

perputaran waktu telah membawa kita pada hari ini...ya, tak terasa kita telah sampai pada penghujung bulan juli, yang juga bertepatan dengan penghujung bulan sya'ban. bulan yang merupakan gerbang masuk bulan ramadhan. suatu bulan lain yang memiliki keutamaan sama dengan ramadhan. dimana para sarjana agama banyak menganjurkan kita para muslim untuk menambah kebajikan di setengah akhir bulan ini.

sya'ban ini adalah bulan yang pada kalender jawa dikenal seagai bulan ruwah. bulan yang dikenal dengan tradisi ziarah kubur leluhur, yang juga dikenal dengan sadranan. 

sadranan merupakan tradisi untuk menengok makam leluhur kita yang telah berpulang (biasa disebut sebagai ziarah). tradisi tahunan ini adalah warisan ajaran hidu budha sebelum masuknya islam di nusantara. tradisi ini tidak hanya dikenal di jawa saja. tapi juga di kalimantan dan bali.

sayangnya, saya tidak bisa membahas mengenai bid'ah atau tidaknya tradisi ini. biarlah para sarjana agama yang membahas ini untuk kita. 

kebiasaan untuk berziarah kubur merupakan pengingat bagi kita, untuk mengingat kefanaan. bahwa hidup adalah kesementaraan, dan kita akan menjadi nisbi untuk selamanya.

ziarah memberi kita semangat untuk hidup dengan baik. mengenang semua hal baik dari para leluhur saat berziarah. suasana menentramkan di makam. atau, suasana perkampungan dimana kita berziarah. merupakan hal - hal yang dapat kita bawa, untuk kembali menyemangati hidup yang penat oleh keseharian hidup kita.

mari kita tengok makam para leluhur kita. berdo'alah untuk mereka. 

selamat berziarah....semoga memberi semangat positif bagi hidup kita...

No comments:

Post a Comment