Monday, 25 May 2015

AYO LARI (Part 2)

Kemarin, Minggu (24/05/2015), saya memulai lari bersama komunitas lari IndoRunnes Kendari. Setelah sebelumnya saya berlari sendiri setiap sabtu.

Rute lari bareng teman - teman IndoRunners Kendari

Berikut beberapa kelebihan yang saya rasakan saat berlari bersama teman - teman komunitas lari, sebagaimana dikutip dari Tabloidnova.com : 

- Di kala sedang malas atau bosan lari, teman justru bisa memberikan saya dukungan dan motivasi untuk kembali berolahraga.
- Saya jadi bisa tahu sejauhmana kemampuan Saya berlari jika Saya memiliki sparing partner atau saingan. Saya jadi kompetitif secara positif.
- Bersama mereka Saya bisa saling bertukar informasi mengenai banyak hal seputar kesehatan dan olahraga lari.
- Saat berlari di malam hari atau di lokasi yang sangat sepi, Saya akan merasa nyaman karena Saya berlari bersama orang yang Saya kenal baik.
- Selain menjadi lebih sehat, ikatan persahabatan antara Saya dengan teman - teman pun menjadi lebih erat. 

Jadi, masih menganggap lari bersama teman itu tidak menyenangkan?

AYO LARI (Part 1)

Lari adalah salah satu olahraga paling murah, mudah dan menyehatkan. Dalam lari orang tidak perlu untuk membeli peralatan yang mahal. Kita hanya butuh sepatu dan baju olahraga. Ini berbeda dengan olahraga lain yang memerlukan peralatan yang mahal. Lari juga tidak memerlukan lapangan yang khusus.

Sederhananya, kita hanya perlu memakai pakaian olahraga dan sepatu untuk melindungi kaki kita. Kemudian, ayunkan kaki secara perlahan menyusuri jalan yang akan kita lalui.

Dikutip dari Boldsky, Kamis (25/4/2013) inilah beberapa manfaat lari :

1. Turun Berat Badan

Berjalan memang bertujuan untuk menjaga berat badan Anda sedangkan berlari itu untuk memangkas lebih banyak berat badan sehingga menciptakan penurunan dalam jumlah besar. Inilah latihan kardio yang dapat membakar kalori dan juga membantu mempercepat metabolisme.

2. Baik untuk Lutut

Beberapa masalah seperti rematik bisa jadi menyerang Anda. Ini disebabkan karena kurangnya pelenturan pada otot-otot. Melakukan lari-lari setiap hari adalah tindakan yang tepat untuk menjaganya. Tidak hanya menjaga bentuk tubuh lho, tetapi berlari pun dapat menolong sendi tetap dilumasi dengan baik dan bebas dari rasa sakit.

3. Jantung Sehat

Berlari secara teratur dapat memastikan pengurangan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh Anda. Dengan berlari Anda akan menarik nafas dalam-dalam dan memasukkan banyak oksigen ke dalam tubuh. Ini akan menjadi latihan yang baik bagi jantung dan menjaga tubuh tetap energik.

4. Menekan Stres

Berlari akan memberikan rasa kebebasan dan dapat membawa Anda ke tempat-tempat berbeda. Inilah mengapa berlari di luar ruangan dipandang sebagai salah satu anti-depresan.

5. Meningkatkan Konsentrasi

Ketika berlari, Anda berkonsentrasi pada jalan yang sebelumnya dilewati. Hal ini membuat banyak pelari percaya bahwa dengan berlari sama seperti melakukan meditasi. Karena hal ini dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi mereka.

6. Mengurangi Risiko Penyakit

Berlari sudah seharusnya dapat mengurangi risiko yang mengancam kesehatan seperti kanker, obesitas, dan asma. Secara umum menjadi seorang pelari dapat membuat anda menjadi lebih sehat.

7. Meningkatkan Stamina

Berlari dapat meningkatkan kekuatan paru-paru. Banyak manusia yang menggunakan paru-paru hanya sekitar seperempat dari kapasitasnya. Nah, ketika berlari, paru-paru akan mengembang dan bekerja lebih keras. Ini akan membuat Anda bernafas lebih baik dan meningkatkan seluruh stamina.

Nah, Ayo lari!!! Tunggu apalagi???

Wednesday, 20 May 2015

BAHAYA MENGKARBIT ANAK


Tahun 1989, seorang pemerhati anak dari Amerika Serikat, David Elkind, menuturkan dalam bukunya The Hurried Child; Growing Up To Fast and Too Soon, bahwa banyak sekali orang tua pada masa itu yang punya kecenderungan ingin anaknya serba bisa di usia yang belum waktunya.

Orang tua - orang tua tersebut berpikir jika semakin dini usia anak-anaknya menguasai banyak hal termasuk membaca, menulis dan berhitung maka anaknya kelak akan jauh lebih sukses dari anak lainnya. Bahkan sebenarnya ada juga sebagian dari orang tua  tersebut yang mengajarkan hal ini pada anak-anaknya hanya untuk memamerkan kemampuan anaknya pada orang lain, tetangga atau sanak kerabatnya.

Satu contoh yang dimaksudkan oleh David Alkind adalah kasus Baby Walker. Baby Walker ini pernah dibuat dan dipasarkan untuk membantu balita bisa lebih cepat berjalan. 

Namun, kemudian diketahui bahwa proses merangkak pada bayi merupakan fase alamiah yang sangat vital dan tidak boleh terlewati yang diciptakan Tuhan untuk melatih otot dan syaraf motorik wicara. Apabila fase ini dipercepat atau mungkin dilewatkan maka, banyak anak-anak yang mengalami kesulitan berbahasa. Hingga pada akhirnya Baby Walker pun tidak lagi dianjurkan digunakan untuk melatih balita agar lebih cepat bisa berjalan.

Begitu juga saat ini terjadi fenomena orang tua yang berlomba-lomba memasukkan anaknya ke Sekolah Dasar dengan usia dibawah 7 tahun, atau bahkan mungkin kurang dari 6 tahun. Kelak sebagian dari mereka bisa mengalami Drop Syndrom atau Sindrom Mogok Sekolah atau Bosan Belajar.

Pemerintah Jerman menetapkan bahwa usia minimal anak masuk SD adalah 7 tahun persis. Tidak boleh kurang, meski 1 bulan. Jauh lebih baik masuk SD di usia lebih dari 7 tahun daripada kurang.

Dari banyak literatur dan referensi mengenai perkembangan pendidikan dan tumbuh kembang anak. Diketahui, bahwa akan jauh lebih baik jika mendidik anak sesuai dengan keinginan Tuhan melalui proses tumbuh kembang alaminya masing - masing. Karena antara satu anak dengan anak lainnya akan berbeda-beda.  Tugas orang tua sebaiknya hanya sebatas merangsang dan menstimulasi saja dan bukan untuk memaksakan sesuai keinginan orang tua masing-masing.

Sebaiknya, setiap orang tua berfokus untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak sesuai dengan proses alami yang diciptakan oleh Tuhan. Bukan atas ambisi keinginan orang tuanya masing-masing.

Tuesday, 19 May 2015

MET ULANG BULAN ADEK DINI



Hari itu, Sabtu (18/04/15), tidak biasanya saya bangun pukul 05.15 WITA. Masih terlalu pagi untuk ukuran saya yang biasa bangun kesiangan. Lantas ambil air wudhu dan sholat subuh. Tidak biasanya pula saya ingin sekali untuk memulai hidup sehat dengan lari pagi. Meski tanpa sepatu, akhirnya saya sukses berlari di pagi itu dengan jarak yang lumayan bagi pemula.

Jam di Hape menunjukkan pukul 06.35 WITA seusai lari pagi. Tidak biasanya juga, saya menelpon istri tercinta yang sedang harap-harap cemas menanti kelahiran anak kedua kami. Katanya, janin di rahimnya sudah memberi tanda akan keluar. Tetapi, tanda itu belum terlalu kuat. Saya menyarankan istri untuk check up ke bidan.

Tanpa ada feeling apapun, saya lanjutkan kegiatan di pagi itu dengan merendam baju dan belanja ke pasar panjang. Tiba di kost Jam 08.30 WITA, istri memberi kabar bahwa menurut bidan, kandungannya sudah memasuki bukaan tiga. 

Kalang kabut saya berfikir apa yang harus saya lakukan? Satu per satu saya urai apa yang harus saya lakukan? Cari tiket pesawat, mencuci baju, kemudian ke rumah atasan untuk minta izin dan pesan taksi.

Saya buka aplikasi Traveloka di Hape, hunting tiket rute Kendari-Yogya sudah tidak ada. Saya telpon teman kantor yang jualan tiket pesawat, ternyata tiket pesawat untuk rute tersebut sudah habis. Pening kepala saya. Kemudian saya putuskan untuk mencuci pakaian yang sudah terlanjur direndam.

Setelah urusan cucian beres, saya pun melanjutkan kembali hunting tiket pesawat. Traveloka masih menjadi pilihan utama untuk hunting tiket ini. Selain murah, aplikasinya juga simpel dioperasikan. Setelah melihat, memperhatikan dan menimbang, maka saya putuskan untuk membeli tiket dengan rute Kendari-Solo, meski harus transit di Makassar dan Jakarta.

Sesudah memastikan tiket di tangan, saya pergi ke rumah atasan untuk meminta izin. Memang sebelumnya sudah saya siapkan permohonan cuti alasan penting yang saya taruh di meja kerja saya. Atasan pun memberikan lampu hijau. Kemudian prepare sebentar untuk selanjutnya berangkat ke bandara haluoleo Kendari dengan menggunakan taksi yang sebelumnya sudah saya pesan.

Waktu menunjukkan pukul 13.30 WITA saat istri di rumah memberi kabar bahwa ia sudah melahirkan. Wowww... Ada semacam perasaan yang hilang dari dalam hati saya, karena tidak bisa mendampingi istri melahirkan. Ada juga perasaan senang karena istri dimudahkan dalam proses persalinannya. Berbeda dengan proses persalinan anak pertama yang memerlukan waktu lama.

Ceritapun berlanjut hingga akhirnya saya sampai dengan selamat di rumah. Saat itu dini hari pukul 02.45 WIB. Saya tiba setelah sebelumnya terkena delay satu jam di Jakarta dan mendarat di bandara adi soemarmo Solo pada pukul 22.00 WIB, kemudian menyambung dengan moda bus ke Jogja dan lanjut ke Gombong.

Di hadapanku ada bayi mungil cewek nan cantik menggemaskan. Di sampingnya, anak lelakiku sedang tertidur lelap. Hidup begitu damai dan tentram setelah berkumpul kembali di tengah keluarga tercinta. Ada istri tercinta dan anak-anak tersayang. 

Anakku, Maafkan bapakmu tidak bisa mendampingimu saat kau berjuang menemukan jalanmu ke dunia ini. Maafkan bapakmu yang membiarkanmu jauh disana bersama mamas, ibu, dan mbah-mbahmu. Maafkan bapakmu yang tidak bisa setiap saat membelai dan menimangmu. Bapak janji, nanti setelah kau agak besar, kita akan bertemu dan berkumpul lagi. Mamas, Adek, Bapak dan Ibu. Meski membosankan dan sepi, semoga nanti kau betah tinggal bersama-sama.

Love you full anakku, Andini Salimah.

Sunday, 17 May 2015

ISRA' MI'RAJ DAN WISATA RELIJI





Hari Sabtu kemarin (16/05/15), kita umat islam memperingati peristiwa isra' mi'raj. Apa Isra' Mi'raj itu? Allah SWT seakan bercerita pada kita dalam surat ke 17 (Al Isra) tentang perjalanan seorang hamba yang termulia (Rasulullah) atas kuasa Yang Maha Suci. Perjalanan pada suatu malam dari Masjid Al Haram di Makkah ke Masjid Al Aqsa di Palestine, kemudian Allah SWT menghadapkan hamba yang termulia ini ke hadapanNya. Sebuah perjalanan yang ditempuh hanya semalam ini, tentu hanya bisa ditempuh atas izin Allah SWT.  

Allah SWT juga sedang menghibur hamba yang termulia ini. Hamba yang sangat dicintai dan disayangiNya. Seperti tertulis dalam sejarah, pada tahun yang dikenal sebagai Tahun Kesedihan (Aamul Huzn). beliau dirundung kesedihan mendalam, disebabkan oleh kematian paman dan istri beliau. Kesedihan yang terjadi disaat hamba ini benar benar membutuhkan pendampingan dari keduanya, ditengah sulitnya perjuangan beliau menegakkan islam. 

 Allah SWT kemudian memberikan sebuah perintah penting untuk beliau dan umatnya. Penting mengingat perintah ini merupakan tiang agama. Juga,perintah inilah yang pertama kelak akan dihitung di hari perhitungan. Itulah shalat lima waktu.

Sebuah pesan ringan dapat kita ambil dari peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab atau tepat di tahun 662 Masehi ini. Yakni, di saat kita sedang dilanda kesedihan, kebimbangan atau kegelisahan. Datanglah ke tempat ibadah untuk menemuiNya. Karena dengan menyebut nama Allah, hati akan terasa tenang dan akan kembali menemukan gairah kehidupan. Inilah yang sering disebut belakangan ini sebagai Wisata Reliji.

 Jadi, perjalanan ke situs situs keagamaan bukan hanya sekedar sebagai wisata. Perjalanan ini bisa dimaknai sebagai perjalanan untuk menemukan kembali ketenangan diri (inner peace). Ketenangan yang mungkin hilang karena kesibukan kehidupan kita. Kehidupan yang melalaikan kita, sehingga kita tidak bisa hanya sekedar untuk menyebut/mengingat namaNya. 

Dan, inilah saatnya kita kembali pada jalan-Nya. Mari resapi perjalanan Hamba Termulia ini...salam....