Tuesday, 19 May 2015

MET ULANG BULAN ADEK DINI



Hari itu, Sabtu (18/04/15), tidak biasanya saya bangun pukul 05.15 WITA. Masih terlalu pagi untuk ukuran saya yang biasa bangun kesiangan. Lantas ambil air wudhu dan sholat subuh. Tidak biasanya pula saya ingin sekali untuk memulai hidup sehat dengan lari pagi. Meski tanpa sepatu, akhirnya saya sukses berlari di pagi itu dengan jarak yang lumayan bagi pemula.

Jam di Hape menunjukkan pukul 06.35 WITA seusai lari pagi. Tidak biasanya juga, saya menelpon istri tercinta yang sedang harap-harap cemas menanti kelahiran anak kedua kami. Katanya, janin di rahimnya sudah memberi tanda akan keluar. Tetapi, tanda itu belum terlalu kuat. Saya menyarankan istri untuk check up ke bidan.

Tanpa ada feeling apapun, saya lanjutkan kegiatan di pagi itu dengan merendam baju dan belanja ke pasar panjang. Tiba di kost Jam 08.30 WITA, istri memberi kabar bahwa menurut bidan, kandungannya sudah memasuki bukaan tiga. 

Kalang kabut saya berfikir apa yang harus saya lakukan? Satu per satu saya urai apa yang harus saya lakukan? Cari tiket pesawat, mencuci baju, kemudian ke rumah atasan untuk minta izin dan pesan taksi.

Saya buka aplikasi Traveloka di Hape, hunting tiket rute Kendari-Yogya sudah tidak ada. Saya telpon teman kantor yang jualan tiket pesawat, ternyata tiket pesawat untuk rute tersebut sudah habis. Pening kepala saya. Kemudian saya putuskan untuk mencuci pakaian yang sudah terlanjur direndam.

Setelah urusan cucian beres, saya pun melanjutkan kembali hunting tiket pesawat. Traveloka masih menjadi pilihan utama untuk hunting tiket ini. Selain murah, aplikasinya juga simpel dioperasikan. Setelah melihat, memperhatikan dan menimbang, maka saya putuskan untuk membeli tiket dengan rute Kendari-Solo, meski harus transit di Makassar dan Jakarta.

Sesudah memastikan tiket di tangan, saya pergi ke rumah atasan untuk meminta izin. Memang sebelumnya sudah saya siapkan permohonan cuti alasan penting yang saya taruh di meja kerja saya. Atasan pun memberikan lampu hijau. Kemudian prepare sebentar untuk selanjutnya berangkat ke bandara haluoleo Kendari dengan menggunakan taksi yang sebelumnya sudah saya pesan.

Waktu menunjukkan pukul 13.30 WITA saat istri di rumah memberi kabar bahwa ia sudah melahirkan. Wowww... Ada semacam perasaan yang hilang dari dalam hati saya, karena tidak bisa mendampingi istri melahirkan. Ada juga perasaan senang karena istri dimudahkan dalam proses persalinannya. Berbeda dengan proses persalinan anak pertama yang memerlukan waktu lama.

Ceritapun berlanjut hingga akhirnya saya sampai dengan selamat di rumah. Saat itu dini hari pukul 02.45 WIB. Saya tiba setelah sebelumnya terkena delay satu jam di Jakarta dan mendarat di bandara adi soemarmo Solo pada pukul 22.00 WIB, kemudian menyambung dengan moda bus ke Jogja dan lanjut ke Gombong.

Di hadapanku ada bayi mungil cewek nan cantik menggemaskan. Di sampingnya, anak lelakiku sedang tertidur lelap. Hidup begitu damai dan tentram setelah berkumpul kembali di tengah keluarga tercinta. Ada istri tercinta dan anak-anak tersayang. 

Anakku, Maafkan bapakmu tidak bisa mendampingimu saat kau berjuang menemukan jalanmu ke dunia ini. Maafkan bapakmu yang membiarkanmu jauh disana bersama mamas, ibu, dan mbah-mbahmu. Maafkan bapakmu yang tidak bisa setiap saat membelai dan menimangmu. Bapak janji, nanti setelah kau agak besar, kita akan bertemu dan berkumpul lagi. Mamas, Adek, Bapak dan Ibu. Meski membosankan dan sepi, semoga nanti kau betah tinggal bersama-sama.

Love you full anakku, Andini Salimah.

No comments:

Post a Comment